Segenap Usaha Dikerahkan untuk Sampai P3, tapi Akhirnya Finis P7



SEANGP.com
(Jakarta) - Team WRT 32 sangat mantap menatap podium 24 Hours of Le Mans. Taktik utama ditetapkan, sambil menyiapkan cadangannya. Pada eksekusinya, semua tergantung situasi dan kondisi selama lomba berlangsung di Circuit de la Sarthe dari Sabtu (13/6) hingga Minggu.

Menempatkan Augusto Farfus sebagai starting driver membuahkan hasil di mana WRT 32 selalu berada di posisi podium. Dan ketika menyerahkan kendali lomba ke Darren Leung pun posisi ada di P3.

Ketika Leung berlaga, beberapa opsi dilihat. Pebalap Inggris ini mengakui bahwa tadinya dia diproyeksikan untuk melakukan dua stint, lalu berubah jadi empat, dan akhirnya lima sekaligus!

"Rencana A1 adalah saya double stint, lalu A2 empat stint, dan tim melihat ada peluang untuk menjalankan stint kelima dan itulah yang kami lakukan," ujar Leung.

Team WRT 32 mempertimbangkan bahwa Leung sangat konsisten dengan kecepatannya, yang diukur dari sesama pebalap Bronze lain. Bahkan, ketika Leung diminta untuk melakukan tiga stint tambahan dengan selingan Farfus kembali mengemudi di antaranya, dia menyanggupinya.

Saat itu memang hanya Farfus dan Leung yang menggeber BMW M4 GT3. Sean Gelael masih dibiarkan "menganggur" selama berjam-jam.

Sebuah insiden yang dialami oleh Francesco Castelacci (AF Corse 54), di mana dia bersenggolan dengan Giammarco Levorato (Proton Competition 88) dan membuat mobilnya terdampar, menyebabkan Safety Car (SC) masuk dan menetralisir lomba.

Sayangnya, keberadaan SC tidak banyak membantu WRT 32 dan bahkan cenderung merugikan. Posisi Leung yang tadinya di P10 malah jadi P16 setelah semua prosesi SC selesai.

Keharusan menunggu di pintu keluar pit sampai SC dan rangkaian mobil di belakangnya lewat, jadi penyebab. Itulah risiko masuk pit pada periode SC.

Setelah lomba berlangsung lebih dari 10 jam dan driving time (jatah membalap) Leung habis, yakni minimal enam jam, barulah Sean tampil. Dia masuk menggantikan Leung pada pukul 2:20 dini hari waktu setempat, atau setelah balapan berdurasi 10 jam 20 menit.

Dengan demikian, selama 13 jam 40 menit berikutnya WRT 32 memberikan tanggung jawab lomba hanya kepada dua orang, Sean dan Farfus. Tugasnya, menaikkan posisi lomba ke tempat yang bagus. Tugas yang menguras fisik dan mental.

Dari P16 tentu itu bukan hal mudah dan butuh kondisi yang menguntungkan, karena mereka sudah tertinggal sangat jauh dengan tim-tim deretan atas di kelas LMGT3.

Bertahap, itu pasti. Sean dan Farfus pun pelan-pelan membaik. Setelah ada di P10, kondisi menguntungkan itu pun tiba. Tergelincirnya pebalap Turki, Ayhancan Guven (tim Manthey DK Engineering 91) membuat SC masuk lagi ke trek.

Dan bila pada SC pertama merugikan, kali ini keberadaannya justru menguntungkan Team WRT 32. Posisi mereka setelah itu naik hingga ke P3.

Namun, sebuah pelanggaran terhadap prosesi Slow Zone membuat WRT 32 terkena penalti drive through. Posisi lomba pun turun lagi hingga ke P7, sekaligus sebagai posisi akhir balapan panjang dan melelahkan putaran tiga FIA World Endurance Championship tersebut.

Tim TF Sport 33 (Corvette) keluar sebagai pemenang kelas LMGT3, di mana di kelas utama, Hypercar, Toyota berhasil mematahkan dominasi Ferrari. Kelas LMP2 jadi milik tim Inter Europol Competition 43.

Putaran empat FIA WEC digelar di Brasil dalam balutan 6 Hours of Sao Paulo, tanggal 12 Juli 2026. (arl/wto)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 24 kali
Berita Lainnya

Foto
GTWCE
29/05/2026
» GT World Challenge 2026
- MONZA