GT World Challenge Asia, Seberapa Asyik Kejuaraan Ini?



SEANGP.com
(Jakarta) - Dari sudut pandang mana pun dilihat, GT World Challenge Asia (GTWCA) adalah kejuaraan yang menarik untuk diikuti, terutama karena kejuaraan ini telah digelar di Sirkuit Mandalika sejak 2025 dan pada 2026 digelar tak lama lagi.

Pertama, GTWCA ini bagian dari kejuaraan serupa yang digelar di Eropa, Australia, dan Amerika. SRO (Stephane Ratel Organisation) adalah promotor yang menaungi semua GT World Challenge plus beberapa kejuaraan sportscar lain di dunia.

Jadi, dari sisi kepromotoran, balapan ini dijamin rapi organisasi penyelenggaraannya. Dan mereka pun mengacu pada FIA dalam banyak hal.

Kedua, mobil yang dilombakan. Walau pada musim pertama mereka tahun 2017 GTWCA juga menggelar GT4, namun pilihan untuk fokus pada GT3 sangat tepat. Produsen senang karena mereka punya ajang untuk unjuk kebolehan kemampuan mobil sport terbaik dan terbaru mereka.

“Asia adalah pasar yang sangat baik dan dari tahun ke tahun kami berusaha meningkatkan mutu ini,” ujar Stephane Ratel, pendiri SRO.

Ketiga, pebalap. Asia adalah pasar besar untuk mobil sport, jadi amat wajar bila bibit-bibit pebalap sportscar berlimpah di Benua Kuning Ini. Apalagi SRO juga mensyaratkan penggunaan pebalap Asia yang “wajib dipakai” di semua kelas.

Untuk menampung hasrat berkompetisi tersebut GTWCA menjadi wadah yang tepat sebelum mereka yang berprestasi naik ke kejuaraan dengan jenjang lebih tinggi.

Keempat, sirkuit. Beberapa sirkuit kelas dunia jadi tempat penyelenggaraan GTWCA. Ini jelas menambah gengsi status kejuaraan ini.

Shanghai di China, Fuji di Jepang, Sepang di Malaysia, dan Mandalika di Indonesia adalah sirkuit kelas dunia tempat F1 dan MotoGP digelar.

Belum lagi ada tantangan balapan di sirkuit jalan raya di Beijing, China. Tambah tinggilah adrenalin para pebalap GTWCA untuk adu cepat di sirkuit sempit, berliku, dan mengundang risiko besar itu.

Kelima, format lomba. Dengan memakai format dua balapan “sprint” 60 menit masing-masing pada hari Sabtu dan Minggu, kecepatan murni pebalap akan terlihat.

Kebanyakan lomba untuk mobil sport adalah endurance racing alias lomba ketahanan. Jadi ketika dibuat untuk balapan sprint, tantangan juga ikut berbeda. Di sinilah pebalap dan teknisi putar otak bagaimana mencari rumusan menang yang pas.

Nantikan GTWCA Mandalika bersama partisipasi Sean Gelael pada 2 & 3 Mei 2026, LIVE di youtube @GTWorld. (arl/wto)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 34 kali
Berita Lainnya

Foto
Asian Le Mans Series
08/02/2026
» ALMS 2026
- Yas Marina